Beberapa serangga penyedia bukti forensik

Beberapa serangga berperan penting dalam mengungkapkan peristiwa kematian seseorang. Serangga-serangga tersebut adalah lalat pembusuk, kumbang pemakan bangkai, tawon, semut, ngengat, dan kecoak. Bagaimana mereka mengungkapkan bukti-bukti forensik? Dan bagaimana perikehidupan mereka? Silakan simak di Majalah SERANGGA edisi September 2011. Dapatkan kopinya dengan menghubungi Redaksi di HP 085228870594.

Saprinus sp (foto oleh:Vassili Belov/BugGuide.net)

Saprinus sp (foto oleh:Vassili Belov/BugGuide.net)

Entomologi Forensik: Serangga pengungkap kematian

Salah satu cabang ilmu serangga adalah Entomologi Forensik (EF), yang juga terkait erat dengan kajian bidang anatomi jaringan tubuh dan kepolisian. Menurut hasil penelitian beberapa ahli, penggunaan serangga sebagai pengungkap kejahatan pembunuhan bahkan lebih akurat dibandingkan teknik non-serangga. Oleh karena itu, di banyak negara, disiplin ilmu ini dikembangkan dengan serius karena manfaatnya yang besar bagi pengungkapan kejahatan kemanusiaan.

Mengambil serangga bukti dari mayat (sfu.museum)

Mengambil serangga bukti dari mayat (sfu.museum)

Apa dan bagaimana para ahli EF bekerja? Bagaimana sejarah EF? Silakan simak di Majalah SERANGGA edisi September 2011. Dapatkan kopinya dengan menghubungi Redaksi di HP 085228870594.

Ulah “Tomcat” bikin gerah

Kumbang Paederus (famili Staphylinidae) adalah salah satu predator yang cukup penting di alam. Di ekosistem padi, kumbang ini berperan sebagai predator Wereng Batang Coklat. Namun, hemolimfa yang terkandung di dalam tubuh serangga cantik ini sering menimbulkan masalah karena dapat melepuhkan kulit, atau dalam istilah kedokteran disebut secara khas sebagai Paederus Dermatitis (PD).

Sang "Tomcat", Paederus fuscipes (www.naturefg.com)

Sang “Tomcat”, Paederus fuscipes (www.naturefg.com)

Paederus dermatitis (leechitse.myweb.hinet.net)

Paederus dermatitis (leechitse.myweb.hinet.net)

Apa itu PD? Seberapa bahayakah bagi manusia, dan bagaimana cara menanggulanginya? Silakan simak di Majalah SERANGGA edisi September 2011. Dapatkan kopinya dengan menghubungi Redaksi di HP 085228870594.

Barcoding: Asisten baru para taksonom

Hingga pertengahan abad ke-19, para taksonom selalu disibukkan oleh pekerjaan mengenali jenis serangga yang sangat menyita waktu dan tenaga. Oleh karena itu, wajar jika taksonomi bisa dikatakan sedikit tertinggal dibandingkan disiplin ilmu hayat yang lain, dan parahnya lagi, juga kurang diminati oleh ilmuwan. Namun, semua pandangan kurang simpatik terhadap taksonomi tersebut agaknya mulai sirna dengan ditemukannya sistem barcoding yang dapat digunakan untuk  mengenali spesies atau jenis organisme, yang menemukan bentuk tercanggihnya karena mendasarkan penyidikan pada karakter DNA.

(eu.idtdna.com)

(eu.idtdna.com)

Apa dan bagaimana sistem barcoding ini dimanfaatkan, dan apa kelebihan serta kekurangannya? Silakan simak di Majalah SERANGGA edisi September 2011. Dapatkan kopinya dengan menghubungi Redaksi di HP 085228870594.

Makan serangga, siapa berani?

Banyak jenis serangga ternyata menjadi sumber makanan manusia yang bisa diandalkan karena mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh. Belalang, jengkerik, kepik, ulat, pupa, dan sebagainya sudah cukup lama dikonsumsi oleh masyarakat di banyak negara.

Pizza serangga...yummy!! (thestudentroom.co.uk)

Pizza serangga…yummy!! (thestudentroom.co.uk)

Memakan serangga atau disebut dengan entomofagi menjadi bahan kajian ilmiah yang menarik, terutama dari sisi nutrisi yang dikandung oleh masing-masing jenis serangga. Kajian dari sisi estetika juga menarik untuk dibahas, terutama terkait dengan budaya masyarakat.

Apa sebenarnya keuntungan dan kerugian menyantap menu serangga ini? Silakan simak di Majalah SERANGGA edisi September 2011. Dapatkan kopinya dengan menghubungi Redaksi di HP 085228870594.

Pertahanan diri telur serangga: Diam tidak berarti menyerah

Anda tentu tidak akan ragu untuk mengatakan bahwa telur adalah tahapan hidup di dalam metamorfosis serangga yang paling rentan terhadap pemangsaan atau kanibalisme. Namun benarkah demikian?

Beberapa penelitian ternyata membuktikan bahwa telur seranggapun dilengkapi dengan sistem pertahanan yang cukup mumpuni, misalnya secara kimiawi dengan kandungan senyawa yang bersifat racun, sehingga tidak diminati lagi oleh calon pemangsa. Beberapa jenis serangga yang lain, misalnya kecoa, menyimpan telur-telurnya dalam sebuah wadah yang terbuat dari bahan yang kuat dan ulet, sehingga menyulitkan pemangsanya.

Bagaimana sebenarnya mekanisme pertahanan telur pada serangga? Silakan simak di Majalah SERANGGA edisi September 2011. Dapatkan kopinya dengan menghubungi Redaksi di HP 085228870594.

Edisi SEPTEMBER 2011 terbit!

Pembaca terhormat,

Meskipun sangat terlambat, namun kami masih mempunyai cukup semangat untuk menerbitkan majalah ini. Alhamdulillah, edisi September 2011 bisa kami terbitkan. Kali ini, topik utama adalah Entomologi Forensik yang terdiri dari dua tulisan. Tak lupa, beberapa tulisan menarik lain, di antaranya Menu Kuliner dari Serangga kami sajikan.

SERANGGA edisi September 2011 sampul dan menu

Untuk menjamin kelangsungan penerbitan majalah ini, maka sekali lagi kami mengundang para pembaca untuk mengirimkan naskah-naskah ilmiah populer tentang serangga. Kontribusi Anda akan sangat membantu kami untuk menyebarluaskan ilmu serangga (Entomologi) ini kepada masyarakat.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Redaksi