Barcoding: Asisten baru para taksonom

Hingga pertengahan abad ke-19, para taksonom selalu disibukkan oleh pekerjaan mengenali jenis serangga yang sangat menyita waktu dan tenaga. Oleh karena itu, wajar jika taksonomi bisa dikatakan sedikit tertinggal dibandingkan disiplin ilmu hayat yang lain, dan parahnya lagi, juga kurang diminati oleh ilmuwan. Namun, semua pandangan kurang simpatik terhadap taksonomi tersebut agaknya mulai sirna dengan ditemukannya sistem barcoding yang dapat digunakan untuk  mengenali spesies atau jenis organisme, yang menemukan bentuk tercanggihnya karena mendasarkan penyidikan pada karakter DNA.

(eu.idtdna.com)

(eu.idtdna.com)

Apa dan bagaimana sistem barcoding ini dimanfaatkan, dan apa kelebihan serta kekurangannya? Silakan simak di Majalah SERANGGA edisi September 2011. Dapatkan kopinya dengan menghubungi Redaksi di HP 085228870594.

2 thoughts on “Barcoding: Asisten baru para taksonom

  1. wah canggih nih,
    kedepan pegawai lapangan mestinya dibekali dengan alat ini, dan data base serangga, sehingga dapat mengambil keputusan dengan cepat dan akurat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s