Ulat api: Indah tetapi berbahaya!

Jika Anda melihat gambar di bawah ini, maka beberapa dari Anda akan menebak, bahwa inilah Ulat Api! Sesuai dengan namanya, ulat ini sanggup mengakibatkan luka pada kulit yang berasa panas, mirip sensasi terjilat api. Di beberapa negara, misalnya Indonesia, ulat api dikenal sebagai serangga ‘hama’, terutama pada tanaman perkebunan, misalnya kelapa, kelapa sawit, beberapa tanaman buah-buahan (rambutan, mangga, dan sebagainya). Dan, ulat ini ditakuti pula karena dampak sengatannya tersebut. Bagaimana tidak, ulat yang lebih menyukai bagian bawah daun ini sering tidak terlihat dari atas, apalagi beberapa spesies berwarna hijau, mirip warna daun. Dan begitu tangan mencoba untuk meraih buah-buah di antara daun-daun tersebut, maka kemungkinan kulit kita bersentuhan dengan duri-duri beracun ulat ini sangat besar.

Larva Parasa lepida (fact-foundation.com)

Larva Parasa lepida (fact-foundation.com)

Ulat api termasuk ke dalam famili Limacodidae, ordo Lepidoptera (bangsa ngengat). Ulat ini ‘tidak berkaki’ atau apoda, meskipun jika diperhatikan dengan lebih jeli, di bagian ventral tubuhnya terdapat bangunan mirip mangkuk pengisap. Salah satu genus ulat api, yaitu Chalcocelis bertubuh mirip buah kolang-kaling, tanpa satupun duri beracun, berwarna putih kehijau-hijauan, dan tidak berkaki. Itulah sebabnya, genus ini disebut secara umum sebagai Ulat Kolang-kaling. Pupa ulat api berbentuk bulat mirip telur, berwarna coklat tua, dan bertekstur agak keras, dan melekat pada daun. Ngengat berwarna coklat kusam.

Ulat Kolang-kaling (flickriver.com)

Kokon ulat api (backbeyondthent.blogspot.com)

Ngengat Euclea delphinii (americaninsects.net)

Duri ulat api ternyata cukup ampuh menahan serangan dari musuh alami di alam. Beberapa spesies ulat api, misalnya Acharea stimulea sanggup menahan serangan tawon predator Polistes dan beberapa upaya parasitasi oleh beberapa jenis parasitoid. Namun, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa musuh alami yang paling potensial di alam adalah patogen, yang tentunya tidak terpengaruh oleh ada tidaknya duri beracun pada tubuhnya bukan?

Keberadaan beberapa jenis patogen di alam dimanfaatkan oleh para petani untuk mengendalikan ulat api, di samping tentu saja predator berukuran besar, misalnya burung pemakan serangga (insektivora).

Bahasan lebih lengkap dapat diikuti di majalahnya. Selamat menikmati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s