Koleksi serangga

Serangga dapat ditemukan di hampir seluruh tempat di muka bumi. Mereka mungkin berperan sebagai pemakan sekaligus pengontrol populasi tumbuhan, pemakan serangga atau binatang lain, penyerbuk, dan pengurai bahan organik. Dari sudut pandang manusia, serangga mungkin dianggap sebagai musuh, misalnya nyamuk, rayap, semut, kecoa, dan serangga pemakan tanaman. Namun sebaliknya, di sisi lain, serangga adalah binatang berguna! Banyak jenis tumbuhan membutuhkan serangga penyerbuk untuk berkembang biak, di samping banyak jenis serangga lainnya yang menghasilkan bahan-bahan berguna.

Oleh karena itu, serangga mungkin menjadi binatang yang paling banyak dikaji oleh manusia, bahkan oleh ahli-ahli di luar bidang ilmu serangga (entomologi) murni, misalnya kedokteran, peternakan, pertanian, kehutanan, dan bahkan oleh pakar-pakar kedokteran forensik. Bahkan, banyak hasil karya manusia, misalnya helikopter, diinspirasi oleh serangga.

Cara terbaik untuk mempelajari serangga adalah dengan mengamati perikehidupan mereka di alam, atau mengumpulkannya (diistilahkan dengan mengoleksi) untuk kemudian dipelajari dalam bentuk hidup atau mati (sebagai contoh spesimen). Bagi para pemula, kegiatan ini sangat mengesankan, dan diyakini mampu membuat mereka memahami serangga dengan lebih cepat daripada hanya sekedar membaca tulisan-tulisan di buku.

Koleksi serangga adalah salah satu kegiatan wajib dalam ilmu serangga untuk mendukung kajian-kajian biologi pada serangga. Kegiatan koleksi serangga adalah kegiatan mengumpulkan serangga, dan dianggap menjadi upaya awal manusia dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu serangga. Bagi sebagian besar orang, kegiatan ini sangat menarik, dan sering digunakan sebagai salah satu cara untuk rekreasi. Sementara bagi seorang entomologiwan, koleksi menjadi pintu pembuka untuk memahami perikehidupan serangga yang rumit.

Hal pertama yang harus Anda pahami pada koleksi adalah jenis serangga yang ingin Anda koleksi beserta penjelasan bioekologinya. Misalnya, jika Anda tertarik untuk mengoleksi sibar-sibar atau capung, maka Anda dapat mencari mereka di daerah yang berair, misalnya di sungai, sawah berair, danau, dan tempat-tempat lain sejenis. Namun, jika Anda berminat mengoleksi kupu-kupu, maka Anda dapat mencarinya di daerah-daerah yang masih ditumbuhi tumbuhan berbunga. Anda harus ingat, bahwa kupu-kupu amat mudah ditemukan pada bunga-bunga yang menyediakan serbuk sari dan madu. Dalam hal ini, informasi tentang keberadaan capung dan kupu-kupu sangat penting bagi Anda.

Alat dan bahan untuk koleksi

Hal kedua, Anda harus mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan koleksi. Apa sajakah itu?

Jika yang ingin Anda tangkap adalah serangga-serangga berukuran besar dan aktif di atas tanah, semacam kupu-kupu, kumbang, lebah, tawon, lalat dan sejenisnya, maka jaring ayun berguna bagi Anda. Anda dapat membuat sendiri jaring ini, atau memesannya pada orang yang ahli membuatnya. Jenis kain dan ukuran diameter jaring maupun panjang tangkai tergantung kebutuhan Anda. Jika Anda ingin praktis, maka Anda dapat membuat tangkai berukuran pendek.

Jaring serangga yang terbuat dari kain kasa dengan tangkai pipa besi (kiri) dan kayu (kanan) (Foto: Nugroho S. Putra, 2010)

Alat berikutnya yang Anda bawa adalah pinset. Anda dapat membelinya di toko, atau membuat sendiri dari bilahan bambu yang ditangkupkan.

Untuk menyimpan sementara serangga yang berhasil Anda tangkap, Anda dapat menggunakan kantung plastik (biasa) atau ber-klip, atau kantung kertas sederhana. Stoples plastik berukuran kecil juga dapat Anda gunakan, di samping vial-vial atau botol-botol kecil.

Botol-botol pengumpul sampel (Foto: Nugroho S. Putra, 2010)

Jangan lupa sediakan buku catatan dan alat tulis (pensil). Anda bisa saja membawa spidol anti air. Namun, secara teknis, pensil lebih tahan air maupun bahan pelarut lain.

Anda juga dapat membawa kamera untuk mengabadikan serangga atau keberadaannya di habitatnya. Kamera non-digital dengan lensa makro maupun digital dengan fasilitas digital macro dapat menjadi pilihan untuk menghasilkan gambar yang bagus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s