Kecoa, si kotor yang berbahaya

Jika Anda melihat atau bertemu dengan serangga satu ini, maka reaksi pertama kali adalah menjerit, merasa jijik, dan mungkin lari menjauh. Tak salah reaksi tersebut, karena kecoa memang sudah telanjur identik dengan kotoran.  Beberapa spesies kecoa, misalnya Periplaneta sp dapat ditemui di lubang pembuangan kotoran. Jadi, pendapat bahwa kecoa adalah kotor mungkin benar adanya.

Namun, jenis kecoa cukup banyak, dan beberapa spesies justru dianggap bermanfaat karena makan pada bahan-bahan organik atau sampah. Ukuran kecoa juga bermacam-macam, dan sampai saat ini, spesies terbesar adalah Macropanesthia rhinoceros yang berbobot 35 g.

Strategi pengendalian kecoa di rumah tangga sudah demikian berkembang, baik dengan menggunakan bahan kimia, misalnya pestisida, maupun menggunakan cara-cara yang lebih murah dan aman, misalnya sanitasi. Namun, bagaimanapun juga, pengendalian kecoa tetap harus merujuk pada keamanan manusia, dan secara ekonomis dapat dijangkau oleh masyarakat luas.

Kecoa, Periplaneta americana (en.wikipedia.org)

Kecoa raksasa Brazilia, Blaberus giganteus (en.wikipedia.org)

Temukan bahasan lengkapnya di artikel yang dapat dipesan di sini.

Rubrik Serangga di Sekitar Kita Majalah SERANGGA volume 1 nomor 1 (November 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s