Selamat datang ……..

Menurut prakiraan, jumlah jenis serangga kira-kira mencapai 60-an persen dari total jenis makhluk hidup, sehingga para ahli sepakat jika keberadaan serangga di alam sangat penting dan tidak tergantikan. Cobalah kita lihat, bagaimana kupu-kupu, lebah dan lalat menyerbuki bunga-bungaan dan membantu perkembangan tumbuhan. Atau, bagaimana rayap menggerumisi bahan-bahan organik, sehingga sampah organik tidak menggunung di bumi kita. Bahkan ulat yang memakan habis daun tanaman alpokat tetaplah dianggap berguna (bagi lingkungan secara keseluruhan), karena ternyata tanaman tersebut kemudian akan segera berbunga dan menghasilkan buah!

Namun, manusia masih belum bisa memahami hal ini sepenuhnya, sehingga perhatian terhadap pentingnya keberadaan mereka di alam masih sangat kurang. Akibatnya, banyak jenis serangga punah karena “perburuan” untuk diperdagangkan (kasus beberapa jenis kupu-kupu dan kumbang scarabid tropika), atau sebaliknya populasi serangga yang lain berkembang sangat cepat (misalnya melalui mekanisme resistensi atau resurgensi akibat penyemprotan senyawa-senyawa sintetik di alam). Hal ini mengakibatkan keseimbangan alam terganggu, sehingga proses kehidupan di dalam ekosistem menjadi terganggu pula. Bagi pelaku pertanian, sebagian besar serangga pemakan tumbuhan sering mereka sebut sebagai hama (pengganggu) yang merugikan dan harus dibunuh! Wah…

Oleh karena itu, mengenal dan memahami serangga sangat penting, sehingga dibutuhkan pengetahuan tentang perikehidupan serangga yang meliputi hakikat keberadaan mereka di alam dan hubungannya dengan makhluk hidup lain, sehingga kita dapat merancang sebuah sistem pengelolaan populasi serangga yang tepat yang mampu meminimalkan risiko ketidakseimbangan proses kehidupan di alam.

Majalah SERANGGA kemudian kami gunakan sebagai sebuah media untuk berbagi tentang seluk beluk serangga, meliputi aspek-aspek biologi (serangga) dan ekologi (hubungan serangga dengan lingkungannya). Namun, jangan kuatir, majalah ini juga menampilkan karya-karya seni (foto, puisi, cerpen, dan sebagainya) yang berkaitan dengan serangga. Artinya, kami berusaha untuk menampilkan serangga yang menarik, indah, kuat, hebat, lucu, mengerikan, dan sebutan-sebutan yang lain yang sering ditasbihkan orang pada serangga.

Versi online ini akhirnya kami terbitkan sebagai salah satu bentuk komitmen kami untuk menyebarluaskan ilmu serangga (entomologi) ini dengan cepat, relatif murah, dan (diharapkan) menjangkau pembaca yang luas. Namun demikian, kami tetap menyediakan versi cetak dalam bentuk majalah tercetak (printed magazine) yang dapat diperoleh dengan mengisi formulir pemesanan (silakan diunduh di sini). Silakan mengirimkan kembali formulir tersebut via e-mail majalahserangga@gmail.com ke redaksi. Harga edisi 1 (November 2010) Rp. 20.000, sedangkan  edisi 2 (Januari 2011) sampai edisi 6 (September 2011) adalah Rp. 30.000, ditambah dengan ongkos kirim yang besarannya disesuaikan dengan lokasi domisili pemesan. Edisi 3, 4, 5, dan 6 tidak kami cetak secara massal, dan peminat dapat melakukan permintaan ke redaksi untuk mendapatkan edisi cetak (print-on-demand).

Peran serta pembaca berupa kritik, saran, pertanyaan, maupun bahan publikasi (naskah maupun karya seni) sangat kami harapkan. Akhirnya, kami berharap agar media komunikasi ini benar-benar mampu menopang cita-cita kita untuk memasyarakatkan ilmu serangga, agar pemahaman kita terhadap mereka menjadi lebih baik dan berimbang. Selamat menikmati.

Salam

Pendiri dan Pemimpin Redaksi

Nugroho S. Putra

[nugrohoputra27@gmail.com; Facebook: Nugroho Susetya Putra]

Contoh cover majalah SERANGGA edisi cetak November 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s