Mimikri, penyamaran yang (nyaris) sempurna

4

July 8, 2011 by nsputra

Salah satu taktik yang digunakan oleh serangga untuk menyesuaikan diri dengan alam adalah dengan melakukan pengelabuan atau penyamaran (mimikri). Pada beberapa kasus, serangga menyamarkan diri dengan lingkungannya untuk menghindari pemangsaan, sedangkan pada kasus lain, penyamaran dilakukan oleh pemangsa untuk mendapatkan mangsa. Kupu-kupu adalah salah satu serangga yang menggunakan penyamaran untuk menghindari pemangsaan, sedangkan beberapa spesies lalat syrphid predator genus Microdon mampu menirukan bentuk maupun bau dari semut Camponotus dan Formica calon mangsanya.

Beberapa jenis mimikri pada serangga yang sudah dipelajari oleh para entomolog adalah mimikri Batesian, mimikri Mullerian, mimikri Browerian, dan Pechamian. Masing-masing jenis mimikri tersebut unik ditemukan pada jenis serangga tertentu.

Kajian tentang mimikri diduga dimulai oleh Henry Walter Bates, seorang ahli alam dari Inggris pada tahun 1862 pada kupu-kupu du hutan Brasilia, dan berkembang hingga saat ini.

Batesian Plate yang menggambarkan peniruan oleh kupu-kupu genus Dismorphia (fam. Pieridae) (baris paling atas dan ketiga) terhadap genus Ithomiini (fam. Nymphalidae) yang beracun (baris kedua dan keempat) (en.wikipedia.org)

 

Contoh mimikri Mullerian: Viceroy (Limenitis archippus) (atas) dan Monarch (Danaus plexippus) (bawah). Keduanya sama-sama beracun, meskipun Viceroy diketahui lebih beracun daripada Monarch (en.wikipedia.org)

Temukan bahasan lengkapnya di artikel yang dapat dipesan di sini.

Rubrik Yang Unik pada Serangga Majalah SERANGGA volume 1 nomor 1 (November 2010)

About these ads

4 thoughts on “Mimikri, penyamaran yang (nyaris) sempurna

  1. daisugi says:

    wah menarik sekali nih, saya baru tahu kalau ternyata ada bermacam-macam mimikri. makasih mas, posting yang sangat menarik :-)

  2. [...] menurunkan kematian akibat pemangsaan oleh musuh alami.” (Lihat artikel selengkapnya di sini). Penjelasan singkat tersebut biasanya akan segera membuat pembaca merasa “ngeh” pada [...]

  3. [...] Raja Danaus plexippus untuk membangun sistem pertahanan terhadap pemangsanya (lihat artikel tentang Mimikri dan Warning [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tanggal terbit

July 2011
M T W T F S S
    Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip tulisan

Kategori

Statistik blog

  • 74,459 kunjungan
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 77 other followers

%d bloggers like this: